Efektivitas Limbah Cair Pemindangan Ikan dalam Ransum terhadap Performan Itik Persilangan Mojosari Peking

Achmad Sifai, Luthfi Djauhari Mahfudz, Warsono Sarengat

Abstract


The aim of this research was to examined the effectiveness of the used of liquid waste fish preservation in the ration on performance of Mojosari – Pekin crossing duck age 3 - 8 weeks. The material used 120 of male Mojosari - Pekin crossing ducks 3 weeks with an average body weight of 520.30 ± 57.82 g. The experimental design used was Completely Randomized Design (RAL) with 4 treatments and 5 replications, each replications consisted of 6 ducks. The treatment used of liquid waste fish preservation as follows: T0 = 0%, T1 = 2.5%, T2 = 5% and T3 = 7.5%. The data obtained were analyzed using analysis of variance and F test at 5% level then continued Duncan double area test if there was effect of treatment. The results showed that the use of liquid waste fish preservation up to 7,5% level did not have significant effect (P>0,05) on ration consumption, body weight gain and ration conversion, but income over feed cost (IOFC) increased with the use of liquid waste fish preservation up to 5% level. The conclusion of this research is the most effective using liquid waste fish preservation is 2,5%.


Keywords


Performan;Itik Persilangan Mojosari Peking;Ransum Itik;Itik Pedaging

Full Text:

PDF

References


Agustina, D., N. Iriyanti dan S. Mugiyono. 2013. Pertumbuhan dan konsumsi pakan pada berbagai jenis itik lokal betina yang pakannya di suplementasi probiotik. J. Ilmiah Peternakan. 1 (2): 691 – 698.

Arianti dan A. Ali. 2009. Performans itik pedaging (lokal x Peking) pada fase starter yang diberi pakan dengan persentase penambahan jumlah air yang berbeda. J. Peter-nakan. 6 (2): 71-77.

Christian, I. H. Djunaidi dan M. H. Natsir. 2016. Pengaruh penamba-han tepung kemangi (Ocimum ba-silicum) sebagai aditif pakan ter-hadap penampilan produksi itik pedaging. J. Ternak Tropika. 17 (2): 34-41.

Dewanti, R. 2007. Potensi nutrisi tepung Azolla microphylla dalam mem-perbaiki performan itik Manila (Cairina moschata). Sains Peter-nakan. 5 (2): 12-17.

Diana, F. M. 2012. Omega 3. J. Kesehatan Masyarakat. 6 (2): 113-117.

Herdiana, R. M., Y. M. R. Dewanti dan Sudiyono. 2014. Pengaruh penggunaan ampas kecap dalam pakan terhadap pertambahan bobot badan harian, konversi pakan, rasio efisiensi protein, dan produksi karkas itik lokal jantan umur delapan minggu. Bul. Pe-ternakan. 38 (3): 157-162.

Iriyanti, N., T. Yuwanta, Zuprizan dan S. Keman. 2005. Pengaruh penggunaan asam lemak rantai panjang dalam pakan terhadap penampilan dan profil darah serta gambaran ovarium ayam kam-pong betina. Buletin Peternakan. 29 (4): 177-184.

Matitaputty, P. R., R.R. Noor, P.S. Hardjosworo Dan C.H. Wijaya. 2011. Performa, persentase karkas dan nilai heterosis itik Alabio, Cihateup dan hasil persilangannya pada umur delapan minggu. J. Ilmu Ternak Dan Veteriner. 16 (2): 90-97.

Nafiu, L. O. dan M. A. Pagala. 2010. Pemberian keong Mas (Pomacea sp) dalam pakan terhadap penam-pilan itik Bali dan itik Tegal. Agripulus. 20 (1): 36-41.

Pamungkas, S. R., Ismoyowati dan S. A. Santosa. 2013. Kajian bobot tetas, bobot badan umur 4 dan 8 minggu serta korelasinya pada berbagai itik lokal (Anas plathyrynchos ) dan itik Manila (Cairina moscata) jantan. J. Ilmiah Peternakan. 1 (2): 488 – 500.

Purba, M. dan P. P. Ketaren. 2011. Konsumsi dan konversi pakan itik lokal jantan umur delapan Minggu dengan penambahan Santoquin dan vitamin E dalam pakan. J. Ilmu Ternak dan Veteriner. 16 (4): 280-287.

Purba M, Haryati T, Sinurat AP. 2015. Performa itik pedaging EPMp dengan pemberian pakan yang mengandung berbagai level lisin selama periode starter. J. Ilmu Ternak dan Veteriner. 20 (1): 58-63.

Saleh, E., T. Hestiwahyuni dan G. P. Siragih. 2006. Pemberian tepung bawang putih (Allium sativum l.) dalam ransum terhadap perfor-mas itik Peking umur 1–8 minggu. J. Agribisnis Peternakan. 2 (3): 96-100.

Schable, P. J. 2004. Poultry feed and nu-trition. Departement of poultry series, Michigan State University East Lansing, Michigan. 198 – 198.

Scott, M. L., M. C. Nesheim dan R. I. Young. 1992. Nutrient of The Chickens. Scott Assoc Ithaca, New York.

Simopoulos, P. 2009. Commentary ge-netic variants and omega-6, ome-ga-3 fatty acids their role in the determination of nutritional re-quirements and chronic disease risk. J. of Nutrigenetics and Nu-trigenomics. 2 (3):117-118.

Siswohardjono W. 1982. Beberapa metode pengukuran energi me-tabolis bahan makanan ternak pa-da itik. Institu Pertanian Bogor. Bogor. (Makalah Seminar Pasca Sarjana).

Starcevic, K., T Masek, D. Brozic, N. Filipovic dan Z. Stojevic. 2014. Growth performance, serum li-pids and fatty acid profile of dif-ferent tissues in chicken broilers fed a diet supplemented with lin-seed oil during a prolonged fat-tening period. J. Veterinarski Arhiv. 84 (1): 75-84.

Suprijatna, E., U. Atmomarsono, dan R. Kartasudjana. 2005. Ilmu Dasar Ternak Unggas. Penebar Swadaya, Jakarta.

Tarmudji. 2005. Asites pada ayam pedaging. Wartazoa. 15 (1): 38-48.

Widianto, B., H. S. Prayogi dan Nuryadi. 2015. Pengaruh penambahan tepung buah mengkudu (Morinda citrifolia L.) dalam pakan terhadap penampilan produksi itik Hibrida. J. Ilmu-Ilmu Peternakan. 25 (2): 28 – 35.

Wijiastuti, T., E. Yuwono dan N. Iriyanti. 2013. Pengaruh pemberian minyak ikan Lemuru terhadap total protein plasma dan kadar hemoglobin (hb) pada ayam Kampung. J. Ilmiah Peter-nakan. 1 (1): 228-235.

Yamin, M. 2008. Pemanfaatkan ampas kelapa dan ampas kelapa fermen-tasi dalam ransum terhadap efesiensi ransum dan income over feed cost ayam pedaging. J. Agro-land. 15 (2): 135 -139.




DOI: http://dx.doi.org/10.21776/ub.jiip.2017.027.03.02

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.